Apa Itu Desain Grafis: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Prinsip, dan Jenis Desain Grafis

Apa Itu Desain Grafis Pengertian, Sejarah, Fungsi, Prinsip, dan Jenis Desain Grafis

Desain grafis adalah salah satu bagian penting dari dunia komunikasi visual. Dengan menggunakan desain grafis yang efektif, kita dapat dengan mudah menyampaikan pesan atau informasi kepada audiens, mempromosikan produk atau layanan, dan meningkatkan brand awareness. Desain grafis juga bisa digunakan untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan tujuan dan tema suatu acara atau kegiatan.

Pengertian Desain Grafis

Desain grafis adalah proses menciptakan visual yang dapat memberikan informasi atau pesan kepada audiens. Ini meliputi pembuatan ikon, logo, poster, brosur, pamflet, dan banyak lagi. Desain grafis juga termasuk dalam pembuatan website, dengan memperhatikan aspek estetika dan navigasi yang mudah digunakan.

Sejarah Desain Grafis

Sejarah desain grafis bisa ditarik kembali ke abad ke-19, saat teknologi printing press mulai berkembang. Ini memungkinkan desainer grafis untuk membuat visual yang dapat dicetak dan didistribusikan secara luas. Seiring waktu, teknologi printing press semakin canggih, dan desain grafis mulai digunakan untuk tujuan lain seperti mempromosikan produk dan layanan, memberikan informasi, dan menyampaikan pesan iklan.

Prinsip Desain Grafis


Prinsip Desain Grafis

Prinsip-prinsip dasar desain grafis merupakan aturan yang harus diikuti oleh desainer grafis dalam menciptakan visual yang efektif. Prinsip-prinsip ini memberikan dasar yang kuat bagi desainer grafis dalam menciptakan visual yang sesuai dengan tujuan dan audiens yang dituju. Berikut ini adalah beberapa prinsip-prinsip dasar desain grafis:

1. Kesesuaian (relevansi)

Kesesuaian (relevansi) adalah prinsip pertama yang harus diperhatikan dalam desain grafis. Visual yang diciptakan harus sesuai dengan tujuan dan audiens yang dituju. Misalnya, jika tujuan desain grafis adalah untuk mempromosikan produk kepada anak-anak, maka visual yang diciptakan harus menarik dan sesuai dengan kebutuhan dan minat anak-anak.

2. Kesatuan (konsistensi dan kohesi)

Kesatuan (konsistensi dan kohesi) adalah prinsip kedua yang harus diperhatikan dalam desain grafis. Visual yang diciptakan harus terlihat selaras dan terpadu. Ini bisa dicapai dengan menggunakan elemen desain yang konsisten, seperti warna, font, dan layout.

3. Keseimbangan (proporionalitas)

Keseimbangan (proporionalitas) adalah prinsip ketiga yang harus diperhatikan dalam desain grafis. Visual yang diciptakan harus terlihat seimbang, tidak terlalu berat pada satu sisi atau bagian. Ini bisa dicapai dengan menempatkan elemen-elemen desain secara proporsional.

4. Kontras

Kontras adalah prinsip keempat yang harus diperhatikan dalam desain grafis. Kontras menciptakan perbedaan yang mencolok antara elemen-elemen desain, seperti warna, font, atau ukuran. Kontras bisa membantu menarik perhatian audiens dan memberikan pesan yang jelas.

5. Hiérarchie

Hiérarchie adalah prinsip kelima yang harus diperhatikan dalam desain grafis. Hiérarchie menekankan pada elemen-elemen yang penting dalam visual yang diciptakan. Ini bisa dicapai dengan menggunakan ukuran, warna, atau font yang lebih besar untuk elemen-elemen yang lebih penting.

Prinsip-prinsip dasar desain grafis sangat penting untuk diperhatikan dalam menciptakan visual yang efektif. Dengan memahami prinsip-prinsip ini, desainer grafis dapat membuat visual yang sesuai dengan tujuan dan audiens yang dituju.

Jenis Desain Grafis


Jenis Desain Grafis

Ada berbagai jenis desain grafis yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan dan audiens yang ingin dicapai. Beberapa contohnya adalah desain iklan, desain branding, desain packaging, desain website, dan desain komunikasi visual.

1. Desain iklan

Desain iklan adalah proses pembuatan visual yang digunakan untuk mempromosikan produk atau layanan. Iklan bisa berupa cetak, seperti poster atau brosur, atau elektronik, seperti iklan di televisi atau internet. Desain iklan harus menarik perhatian audiens dan memberikan pesan yang jelas dan mudah dipahami. Desain iklan juga harus sesuai dengan brand dan tujuan periklanan.

2. Desain branding

Desain branding adalah proses pembuatan visual yang digunakan untuk menciptakan identitas visual suatu perusahaan atau organisasi. Ini meliputi pembuatan logo, warna, font, dan element visual lainnya yang akan digunakan secara konsisten dalam seluruh komunikasi visual perusahaan. Desain branding bertujuan untuk meningkatkan brand awareness dan menciptakan citra yang kuat dan positif bagi perusahaan.

3. Desain packaging

Desain packaging adalah proses pembuatan visual yang digunakan untuk mengemas produk fisik. Packaging harus menarik perhatian audiens dan memberikan informasi yang berguna tentang produk, seperti ingredients, cara penggunaan, dan tanggal kadaluarsa. Desain packaging juga harus sesuai dengan branding perusahaan dan menciptakan citra yang positif bagi produk.

4. Desain website

Desain website adalah proses pembuatan visual yang digunakan untuk membuat website yang estetis dan mudah digunakan. Desain website harus mempertimbangkan aspek-aspek seperti layout, warna, font, dan navigasi yang mudah dipahami. Desain website juga harus sesuai dengan branding perusahaan dan memberikan pengalaman yang positif bagi pengunjung.

5. Desain komunikasi visual

Desain komunikasi visual adalah proses pembuatan visual yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada audiens. Ini meliputi pembuatan ikon, poster, brosur, dan banyak lagi. Desain komunikasi visual harus mudah dipahami oleh audiens dan menyampaikan pesan secara efektif. Desain komunikasi visual juga harus mempertimbangkan aspek-aspek seperti kontras, keseimbangan, dan hiérarchie.

6. Desain Grafis Gerak atau Motion Graphics

Desain Grafis Gerak atau Motion Graphics adalah percabangan dari Seni Desain Graphics yang merupakan penggabungan dari, Ilustrasi, Tipografi, Fotografi dan Videografi dengan menggunakan teknik Animasi. Motion Graphics terdiri dari dua kata, Motion yang berarti Gerak dan Graphics atau yang sering kita kenal dengan istilah Grafis.

Fungsi Desain Grafis


Semua jenis desain grafis yang disebutkan di atas memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada audiens dengan cara yang mudah dipahami dan menarik. Namun, masing-masing jenis desain memiliki fitur dan tujuan yang berbeda.

Fungsi Desain Grafis

Fungsi desain grafis adalah untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada audiens dengan cara yang mudah dipahami dan menarik. Desain grafis juga bisa digunakan untuk mempromosikan produk atau layanan, meningkatkan brand awareness, dan meningkatkan daya tarik audiens terhadap suatu perusahaan atau organisasi. Selain itu, desain grafis juga bisa digunakan untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan tujuan dan tema suatu acara atau kegiatan.

Dafi Deff DFX Animotion Hi! Saya Dafi Deff, Motion Graphics Designer di kota Makassar yang berasal dari Banda Naira. Saya menggunakan After Effects dan Cinema 4D dalam bekerja. Saya juga membuat dan menulis di blog makassarguide.com dan bandanaira.net

0 Response to "Apa Itu Desain Grafis: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Prinsip, dan Jenis Desain Grafis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel